dan lain-lain…
IPB Badge

Kondisi Pertanian di Daerah Bekasi

Indonesia, sebuah republik kepulauan yang terbesar di Dunia. Berbagai macam varietas flora dan fauna tersebar dari Sabang sampai Merauke. Lokasinya yang berada di bawah garis khatulistiwa membuat Indonesia dikaruniai curah hujan yang cukup tinggi dan intensitas sinar matahari yang banyak. Tak heran, Pulau Kalimantan dikenal dengan hutan hujan tropisnya yang luas yang cukup untuk menyediakan pasokan oksigen untuk penduduk Dunia. Tak hanya di Kalimantan, Pulau Jawa juga terkenal dengan sawahnya yang berjajar dari Ujung Kulon hingga Banyuwangi, yang membuat pulau ini menjadi salah satu gudang terbesar pasokan beras dan hasil-hasil pertanian lainnya. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan Beras Cianjur, Bawang Merah Brebes, dan komoditi pangan lainnya yang kebanyakan berasal dari pulau yang dihuni mayoritas penduduk di Indonesia ini.

Lalu, apa hubungannya dengan Bekasi? Bekasi juga terletak di Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Barat. Kota Administratif Bekasi berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan dianggap sebagai penyangga sendi-sendi metropolitan kota. Sementara itu, Kabupaten Bekasi berbatasan dengan Kabupaten Karawang, sentra penghasil beras di Jawa Barat. Bekasi terletak di dataran rendah, sehingga mempunyai tekstur tanah yang mempunyai banyak humus. Saluran irigasi di daerah ini tertata rapi mengalir dari hulu hingga hilir. Sejak zaman Belanda, Bekasi merupakan daerah pertanian yang menyediakan komoditas unggulan pada saat itu. Hal ini dibuktikan dengan adanya Saluran Irigasi Tarum Barat yang sudah ada sejak jaman kemerdekaan. Saluran ini kemudian digunakan Perusahaan Air Minum untuk menyediakan kebutuhan air bersih di daerah Jakarta dan sekitarnya. Dulunya, di sekitar saluran irigasi tersebut terbentang luas sawah-sawah rakyat dan komoditi lain seperti tanaman palawija. Mayoritas masyarakat pun adalah petani dan penggarap sawah.

Waktu terus berlalu. Era penjajahan berakhir dengan kemerdekaan Indonesia bulan Agustus tahun 1945. Bangsa yang baru saja memerdekakan diri mulai bangun dan memperbaiki dirinya. Pembangunan gencar dilakukan; semua bersiap menanti hari esok yang lebih cerah. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, perumahan rakyat, serta gedung-gedung penyangga ekonomi membutuhkan lahan banyak. Akibatnya, lahan-lahan pertanian mulai beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan permanen. Apalagi, dengan wilayah yang berbatasan langsung dengan pusat pemerintah dan pusat perekonomian, Bekasi menjadi salah satu daerah dengan alih fungsi lahan yang cukup signifikan. Rawa-rawa yang tadinya berfungsi untuk menampung air hujan mulai ditimbun semen dan batu menjadi lahan bangunan. Sawah-sawah mulai ditimbun dan tak berapa lama berubah menjadi lahan perumahan atau cluster. Dampaknya kian terasa, seperti banjir yang hampir setiap tahun menyambangi daerah-daerah rendah di Bekasi. Pembangunan seolah-olah menjadi yang terpenting, mengabaikan kepentingan komoditas pertanian sebagai penyangga pasokan pangan untuk masyarakat.

Sektor pertanian memang tidak bisa dianggap sempit hanya pada urusan cangkul-mencangkul. Kehutanan dan perikanan sebenarnya merupakan bagian dari pertanian itu sendiri. Walaupun Bekasi tidak mempunyai hutan seperti di Pulau Kalimantan, namun Bekasi mempunyai kampung nelayan dan daerah tambak yang cukup luas dan menjadi unggulan di daerah pesisir pantai, terutama di bagian utara Kabupaten Bekasi. Sayangnya, nasib tambak-tambak ini pun seperti kehilangan asa. Mahalnya pakan ikan, bibit ikan unggulan, dan terbatasnya sarana dan prasarana tambak seringkali menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menggeluti bidang ini. Nasib yang sama juga dirasakan oleh para nelayan di kampung nelayan. Mahalnya harga bahan bakar seringkali mengurangi frekuensi mereka untuk melaut, yang akibatnya langsung terasa pada hasil tangkapan mereka yang kadang-kadang tidak cukup untuk makan sehari-hari. Kesulitan-kesulitan ini secara tidak langsung akhirnya mempengaruhi tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan mereka.

Lalu, bagaimana sikap pemerintah menghadapi hal ini? Sayangnya pemerintah cenderung menyerahkan semua persoalan ini kepada rakyatnya. Hingga saat ini seluruh permasalahan yang dibahas belum menunjukkan adanya pengurangan, bahkan tidak menunjukkan adanya perbaikan. Dari kebijakan pertanahan yang tidak membela sektor pertanian, mudahnya pengalihan fungsi lahan, hingga tidak adanya bantuan atau penyuluhan bagi para petambak. Subsidi BBM yang digencarkan oleh pemerintah pun tidak sampai bagi mereka yang membutuhkan, misalnya subsidi solar untuk nelayan. Sebenarnya pemerintah mengetahui, bahkan mungkin menyadari jika pengalihan lahan pertanian terus terjadi, produksi pertanian bisa menurun. Namun, pada akhirnya diambil kebijakan impor yang hanya menurunkan daya beli masyarakat dan menggiring pola hidup masyarakat yang bersifat konsumtif dan malas. Kebijakan impor yang dilakukan pemeritnah pusat juga rawan dengan tindakan penyelewengan dan permainan elemen birokrat dan pengusaha. Akhirnya, yang dirugikan dan yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat.

Kemudian, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu sektor pertanian di daerah kita? Sebagai mahasiswa, terutama sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor, tugas kita yang paling utama adalah belajar dan mendalami ilmu kita sebaik-baiknya. Mahasiswa adalah agent of change, pada akhirnya nasib bangsa ini akan jatuh ke tangan kita, apakah kita sanggup untuk mengubahnya atau akan jadi semakin terpuruk di tangan kita. Setiap manusia membutuhkan makanan, dan bangsa ini tidak akan bisa berjalan jika kebutuhan pangan masyarakatnya tidak bisa terpenuhi. Walaupun terlihat sepele, namun sektor pertanian sebenarnya memegang peranan penting dalam pergerakan bangsa ini. Untuk itu, sebagai mahasiswa pertanian peranan kita juga sangat penting dalam pergerakan bangsa ini. Kondisi pertanian di daerah asal kita harus menjadi pemicu semangat untuk kita terus belajar dan menimba ilmu sesuai mayor kita masing-masing. Pada akhirnya, tujuan kita satu, untuk membangun pertanian Indonesia menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Mari bangun pertanian Indonesia!

 

 

Rosari Prabawati

F14110025

Laskar 27

Title: Rancangbangun prototype mesin perontok buah sawit untuk pembenihan
Author: Triatma
Abstract: Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran yang sangat penting di dalam perekonomian di Indonesia karena hasil olah kelapa sawit merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako) yang sangat dibutuhkan masyarakat yaitu minyak goreng. Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan memiliki potensi lahan yang subur sehingga sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Luas pekebunan kelapa sawit di Indonesia tahun 2003-2007 adalah 5.283.557 ha, 5.717.026 ha, 5.950.321 ha, 6.594.914 ha, 6.61 1.614 ha (Sumber: Ditjenbun). Hal ini menyebabkan perrnintaan untuk bibit ltelapa sawit juga meningkat. Namun ininimnya penyediaan benih yang berkualitas menjadi kendala dalam pengembangan ltelapa sawit. Untuk membuat bibit sawit perontoltannya masih sacara manila1 menggunakan pisau dan tidak boleh direbus. Metode perontoltan manual dengan menggunakan pisau sangat membahayakan pekerja, jika terjadi kecelakaan bisa mengakibatkan putusnya jari-jari tangan.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50327
Date: 2008

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Read the rest of this entry »

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

—————-

hai. ini posting pertama gue di blog ipb. gue sebenernya udah lama nulis blog, dan blog awal gue adalah ini. namun, karena satu dan hal lain gue pindah server ke wordpress dan menghasilkan blog ini. dan ketika lo buka blog gue yang ‘beneran’, maka lo akan mengenal siapa gue sebenernya. seseorang yang obsesif, malesnya minta ampun, dan banyak hal lain yang bisa lo ketahui tentang gue melalui blog pribadi gue yang itu.

Read the rest of this entry »